Jalan-Jalan

Grand Central Hotel Medan: Hotel Murah dengan Fasilitas Ramah

lobi hotel. sumber: grandcentralmedan.com

Grand Central Hotel Medan. Waktu salat Asar sangat mepet. Kami baru saja landing di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara. Begitu urusan bagasi selesai, saya buru-buru mencari musala. Alhamdulillah, kami sampai dengan keadaan baik setelah mengalami turbulensi yang membuat saya berpikir negatif. Cuaca buruk. Beberapa menit sebelum pesawat menyentuh landasan hujan cukup deras. Suasana bandara sangat sepi. Sebelum berwudu saya ke kamar mandi. Dan betapa kagetnya saya dengan penampakan kecoa seperti sedang berpesta. Benar-benar seperti kamar mandi yang tidak terawat lagi. Bahkan, di wastafel tempat tisu juga kosong. Covid-19 mengubah segalanya. Syukur air di tempat wudu aman. Usai salat saya menemui Bapak yang sedang menunggu taksi online jemputan.

Tidak ada yang berubah dari kota yang diberi nama Medan oleh Guru Patimpus. Sebenarnya cerita saya ini tahun 2020, saya tulis di tahun 2022. Maaf, ya, telat berbagi. Hehehe. Semoga bermanfaat untuk pembaca. Jadi, saat kepulangan kami, Covid-19 lagi horor-horornya, namun seperti tidak terjadi apa-apa. Jalan tetap ramai, warung apalagi meski jam operasional dibatasi, dan masih banyak orang tidak menggunakan masker. Sangat jauh berbeda dengan kota yang kami tinggali sebelumnya. Dari dalam mobil saya memerhatikan jalanan kota. Masih sama. Entah kenapa tiba-tiba rasanya ingin kembali merantau lagi. Huaaa. Di sana, kota tanpa saudara sedarah saya menemukan ketenangan. Eaak. Hihihi. Jalan tidak macet, teratur dan bersih. Mudah-mudahan suatu saat kota kelahiranmu ini bisa menunjukkan wajah baru sesuai harapan.

Tiba di Hotel

Mobil memasuki Jalan Sei Belutu, lalu berhenti beberapa menit di depan gedung berlantai empat. Hotel Grand Central. Langit sudah gelap. Sama seperti waktu Asar, salat Magrib pun mepet. Beruntung, proses check in hanya sebentar. Setelah mendapat access card, kami buru-buru masuk lift. Lantai empat. Kamar superior dengan smoking area. Hotel yang berdiri sejak tahun 2016 ini memiliki 116 kamar dengan tipe superior, deluxe, super deluxe, executive dan grand deluxe. Fasilitas lainnya, yaitu coffee house, room service, meeting room/mini ballroom, dan mini gym. Di lantai empat pintu lift terbuka. Saya segera keluar sambil menggeret koper mengikuti Bapak yang memegang access card. Lelah bukan main ditambah perut lapar. Setelah keluar lift, perlu access card lagi untuk menuju koridor kamar. Keamanan hotel ini cukup bagus, menurut saya.

pintu menuju koridor kamar. gambar: grandcentralmedan.com

Superior Room

Dengan harga murah sekitar tiga ratus ribuan, rupiah tentunya, Hotel Grand Central tidak membuat saya kecewa. Ukuran kamar superior sangat lega. Karena berukuran besar, saya jadi leluasa membereskan barang yang sempat diacak-acak saat di bandara YIA. Selain itu, fasilitas kamar oke, kamar mandi bersih, air panas berfungsi baik, ada sofa dan meja, bisa untuk semacam working area. AC dingin, kalau mau buat teh atau kopi fasilitas tersedia, TV, berangkas, dan lemari juga ada. Jika ingin room service tinggal telepon saja.

kamar hotel. gambar: grandcentralmedan.com
kamar superior tidak ada kulkas mini, hanya dispenser tanpa galon. ukuran kamar sangat lega. lemari juga besar. tapi ini berantakan sekali. itu apalagi ada bungkusan plastik. hahaha
Baca Juga: Cordia Hotel YIA: Bermalam di Hotel Bandara (Bagian 1) 

Sarapan di Hotel Grand Central Saat Pandemi

Pagi kota Medan! Sayup-sayup saya mendengar riuh suara kendaraan. Langit mulai terang. Dulu kota ini saya rindukan, tapi setelah kembali dan melihat kenyataan, saya tak ingin pulang. Huahahaha. Gimana sih ini ceritanya. Saya berdiri di balkon, menghirup udara pagi yang beberapa menit lagi akan berubah menjadi bau polusi. Kota ini belum keluar dari masalah kemacetan, supir angkot yang ugal-ugalan. Begitu pun ia telah memberi banyak kenangan, ya, kenangan bersama dia yang baru saja memanggil saya dari dalam untuk sarapan. Kami kembali turun ke lantai bawah. Restoran hotel berseberangan dengan lobi dan berdekatan dengan mini gym.

Masih di masa pendemi, restoran hotel tidak menyediakan banyak varian menu. Seingat saya nasi goreng dan nasi putih, tapi lupa lauknya apa. Saya memilih nasi goreng. Rasanya lumayan. Karena tidak banyak tamu yang sarapan, jadi saya dan Bapak bisa lebih santai menghabiskan makanan. Usai sarapan kami kembali ke kamar. Masih ada sisa waktu untuk beristirahat sebelum check out.

restoran hotel. gambar: traveloka.com

Info tambahan, saat saya menginap Hotel Grand Central belum ada kolam renang. Namun, sekarang dari website hotel saya mengetahui ada fasilitas kolam renang. Waw, makin keren nih hotel bintang tiga. Ada penambahan bangunan juga. Bagi pengguna mobil, area parkirnya luas. Lumayan recommended. Untuk menginap satu malam, atau sedang perjalanan dinas, Hotel Grand Central bisa jadi pilihan, sebab harga murah, fasilitas ramah.

Baca juga: Cordia Hotel YIA: Bermalam di Hotel Bandara (Bagian 2)
area parkir yang luas. gambar kanan kolam renang dan meeting room, saat saya menginap, bangunan ini belum ada. gambar: grandcentralmedan.com
alamat hotel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *