Jalan-Jalan

Rencanakan Liburan Ke Bandung dan Yogyakarta dengan Booking Hotel Di Traveloka

Booking Hotel di Traveloka. Pandemi Covid-19 mengubah banyak segi kehidupan. Sebelumnya kita tidak membayangkan kalau ini akan terjadi dan kita alami lebih dari satu tahun. Pandemi memaksa kita menerima “kehidupan baru”, membuat rencana baru, bahkan membatalkan rencana yang ada, termasuk rencana liburan. Dan, ini pengalaman saya yang harus rela menunda semua rencana perjalanan liburan ke luar kota bersama Bapak. Dari awal menikah kami sepakat untuk liburan minimal setahun sekali, baik dalam atau luar kota. Tujuan liburan ke mana, sesuai kondisi keuangan saja. Tidak memaksakan diri adalah salah satu prinsip kami agar liburan berjalan sesuai keinginan dan nyaman. Namun, tidak lama setelah menikah pandemi melanda. Jadi, dengan berat hati rencana liburan harus reschedule. Dan, satu hal lagi, Bapak mutasi kerja dari Jawa ke Sumatra di masa pademi itu juga. Bukan sesuatu yang menyenangkan sepenuhnya bagi saya, mungkin Bapak juga walau kembali ke kampung halaman. Semua rencana benar-benar harus diubah dari awal.

Karena pandemi tidak berakhir dengan cepat, maka kami memilih liburan di dalam kota, staycation di hotel. Pilihan ini kami rasa cukup aman, sebab bisa menghindari keramaian. Untuk staycation pun kami mesti selektif memilih hotel. Kenyamanan menjadi syarat utama, apalagi di masa pandemi. Liburan kalau enggak nyaman buat apa, iya, kan? Kenyamanan adalah koentji. Setelah yakin hotel yang dipilih aman, selanjutnya cek harga. Jika sesuai budget maka langsung pesan, jika sebaliknya, pilih hotel lain. Sekarang booking hotel mudah dan bisa di mana saja, tentunya pakai aplikasi Traveloka. Ada banyak pilihan hotel dan penginapan lain di Traveloka. Mengenai harga, sangat relatif. Saya enggak bisa bilang, sebab sampai sekarang kami selalu pesan lewat Traveloka. Meski pandemi “memporakporandakan rencana” liburan kami, tapi semua bisa disusun kembali.

Menyusun Jadwal Perjalanan Liburan

Hidup ini penuh misteri. Manusia berencana, Tuhan menentukan. Tahun 2021 kami kembali menyusun rencana liburan keluar kota, namun peraturan pemerintah untuk mencegah angka kenaikan penularan virus Covid-19 membuat kami berpikir ulang. Sangat tidak efisien waktu dan keuangan jika tetap melakukan perjalanan. Pertanyaannya: Emang mau ke mana? Dunia parawisata belum membaik. Beberapa kota masih memberlakukan PPKM.

Awal tahun 2022, kami kembali merencanakan perjalanan liburan ke luar kota, yaitu Bandung dan Yogyakarta. Kenapa Bandung dan Yogyakarta? Berikut alasannya:

  • Bapak sudah pernah ke Bandung, tetapi saya belum.
  • Bandung memiliki wisata kota yang bersejarah.
  • Yogyakarta. Siapa yang tidak merindukan kota ini? Saya yakin, siapa pun yang pernah mampir di kota gudeg pasti ingin datang lagi. Dan saya ingin lebih lama menikmati suasana ramah di Malioboro bersama #TemanHidup saat keadaan telah membaik.

Rencana kali ini lebih matang dari sebelumnya. Itinerary (rencana perjalanan) saya buat detail. Riset mini di google, sosial media, bertanya ke beberapa teman, dan tidak lupa pakai aplikasi Traveloka untuk mencari penginapan dan transportasi beserta harganya agar semua bisa sesuai budget. Namun, lagi-lagi liburan gagal karena sisa cuti Bapak terpakai untuk hal lebih penting. Dengan senang hati saya menerima kenyataan sembari mematangkan itinerary yang sudah dibuat, semoga akhir tahun ini rencana liburan bisa terwujud bersama #TemanHidup.

Ngomongin rencana liburan, ada beberapa hal yang harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum pergi agar momen liburan menyenangkan dan tidak berantakan, yakni:

1. Menentukan Tempat

Membuat daftar destinasi menjadi hal paling menyenangkan bagi saya. Rasanya ingin semua saya kunjungi, tapi ada tempat yang menjadi tujuan utama. Jadi, saya hanya membuat beberapa tempat saja yang ada di Bandung dan Yogyakarta sesuai kesepakatan bersama. Tidak lupa saya lengkapi dengan informasi jam beroperasi, harga tiket, dan jarak dari satu tempat ke tempat lain.

2. Menentukan Waktu Perjalanan

Kapan waktu yang tepat untuk berlibur setiap orang tentu berbeda. Saya sendiri pasti menyesuaikan jatah cuti Bapak. Selain itu, saya membuat perhitungan berapa lama waktu yang dihabiskan untuk berlibur terhitung dari keberangkatan sampai kepulangan, dan berapa lama waktu diperlukan di destinasi yang telah kami pilih. Jangan lupa melihat prediksi cuaca. Meski bukan negara empat musim, potensi cuaca ekstrem di Indonesia sering terjadi. Ini bisa menghambat kelancaran perjalanan.

3. Memilih Transportasi

Dulu, sebelum Bapak mutasi kerja transportasi liburan kami hanya akan menggunakan bus atau kereta api dan taksi online. Nah, sekarang karena sudah pindah pulau, maka kami harus naik pesawat, kereta api, dan taksi online.

4. Memilih Hotel atau Penginapan

Hotel atau penginapan menjadi akomodasi yang harus dimasukkan saat menyusun rencana perjalanan liburan. Kami memperkirakan memesan hotel satu minggu sebelum keberangkatan, dan lokasi hotel pun harus dekat dengan destinasi yang ingin kami kunjungi. Ingat, selain dekat dengan lokasi wisata, kenyamanan hotel juga mesti dipertimbangkan.

5. Pemesanan Tiket Pesawat

Sama seperti pemesana hotel, tiket pesawat kami pesan paling lambat seminggu sebelum memulai perjalanan. Hal ini dilakukan untuk menimalisir kerugian jika gagal pergi.

6. Menghitung Anggaran Liburan

Poin keenam ini merupakan yang paling penting. Sebelumnya saya sudah cerita kalau tujuan liburan kami ke mana pasti sesuai dengan kondisi keuangan. Selain biaya transportasi, hotel, dan tiket wisata, jangan lupa menghitung biaya makan dan minum. Masa’ iya enggak makan? Karena kami pemakan segalanya asalkan halal, jadi tidak terlalu merepotkan. Oya, sediakan juga anggaran tambahan untuk mengantisipasi biaya tidak terduga.

Baca juga: Staycation di Java Heritage Hotel Purwokerto

Destinasi Liburan yang Menjadi Tujuan

Bandung Kota Kembang

Tema perjalanan kali ini adalah wisata kota. Ada beberapa tempat yang masuk ke dalam itinerary kami, yaitu:

1. Gedung Sate Bandung. Gedung ini merupakan salah satu ikonik kota Bandung. Berlokasi di jalan Diponegoro. Menjadi banguan bersejarah, Gedung Sate dibangun pada tahun 1920-1924 dengan beberapa tim arsitek, yaitu Ir. J. Gerber dari Fakultas Teknik Delft Nederland, Ir. Eh. De Roo, dan G. Hendriks, serta Gemeente van Bandoeng yang diketuai oleh V.L. Sloors. Dulu, Gedung Sate merupakan gedung Departement Verkeer en Waterstaat (Departemen Pekerjaan Umum dan Pengairan). Sejak tahun 1980 gedung ini menjadi Kantor Gubernur Provinsi Jawa Barat.

2. Masjid Raya Bandung. Mulanya bernama Masjid Agung Bandung berdiri pada tahun 1812. Masjid yang dulu bergaya sunda lalu ganti bergaya arab ini telah mengalami renovasi delapan kali pada abad ke-19, lima kali pada abad ke-20, dan renovasi terakhir di tahun 2001.

3. Alun-alun Bandung. Berdekatan dengan Masjid Raya Bandung, Alun-alun Bandung memilik daya pikat tersendiri dengan rumput sintetis yang membentang seluas 4000 meter persegi dan menjadi tempat spot instgramable paling kece. Beberapa destinasi wisata yang berdekatan dengan Alun-alun Bandung, yaitu:

  1. Museum Konferensi Asia Afrika
  2. Gedung Merdeka
  3. Jalan Asia Afrika
  4. Masjid Al Imtizaj
  5. Pasar Antik Cikapundung
  6. Kawasan Heritage Braga
  7. Braga Permai
Yogyakarta Kota Pelajar

“Jogja itu terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan.” -Joko Pinurbo

Ya, benar Yogyakarta terbuat dari rindu. Pernah sekali singgah, dan rasanya ingin datang lagi. Bukan saya saja, Bapak pun merindukannya. Yogyakarta yang dulu menjadi tempat pelepas penat, kini dia ingin kembali ke sana. Di tahun pertama pandemi kami ke Yogyakarta hanya sampat ke Malioboro, padahal masih banyak tempat yang ingin saya kunjungi. Maka dari itu, dalam itinerary kami lebih banyak menghabiskan waktu liburan di kota ini. Berikut destinasi ketika di Yogyakarta:

1. Malioboro. Malioboro merupakan nama jalan yang sudah ada sejak tahun 1750-an dan terkenal dengan pedagang yang menjual kerajinan khas Yogyakarta dan batiknya. Selain itu, menjadi tempat berkumpulnya para seniman. Malam saat kami datang ke sana Bapak bilang, sayangnya sekarang Covid, kalau enggak di sini rame, banyak musisi jalanan nyanyi. Asik dengarnya. Nanti lah kita datang lagi. Beberapa tempat wisata dekat dengan Maliobor, yaitu:

  1. Titik Nol Kilometer
  2. Museum Benteng Vredeburg
  3. Tugu Yogyakarta
  4. Keraton Yogyakarta
  5. Masjid Gedhe Kauman
  6. Museum Kereta Kencana
  7. Museum Sonobudoyo
  8. Taman Sari
  9. Alun-alun Kidul atau Alun-alun Selatan
  10. Situs Warungboto
  11. Pasar Bringharjo

2. Candi Pramban. Merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang diperkirakan berdiri sekitar abad ke-9 Masehi atas perintah raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO, komplek candi keseluruhan berada di Daerah Istimewa Yogyakarta, tapi pintu adminstrasi terletak di Jawa Tengah.

3. Candi Borobudur. Berbeda dengan candi Prambanan, candi Borobudur adalah candi Buddha yang berada di Magelang, Jawa Tengah, 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Lokasinya yang dekat dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, maka sering masuk dalam daftar destinasi wisata Yogyakarta. Candi ini dibangun pada tahun 800 Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

Baca juga: Cordia Hotel YIA: Bermalam di Hotel Bandara (Bagian 1)

Booking Hotel dan Tiket Transportasi Murah di Traveloka

Setelah menentukan tempat liburan, waktu, transportasi, dan anggaran, saatnya booking hotel dan tiket pesawat dan kereta api di Traveloka.

Kenapa Traveloka?

Kenapa harus Traveloka? Kan, yang lain banyak. Iya, banyak, tapi hati kami belum bisa berpindah karena booking hotel di Traveloka udah pasti enggak ribet. Alasan lain memilih Traveloka adalah:

  • Telah diunduh lebih dari 100 juta kali. Banyaknya pengguna aplikasi Traveloka menjadikannya sebagai aplikasi pemesanan perjalanan dan lifestyle paling populer di Asia Tenggara.
  • Aplikasi mudah digunakan melalui ponsel atau pun mode desktop, bahkan bagi pemula sekali pun.
  • Memiliki banyak pilihan hotel, maskapai penerbangan, dan berbagai kelas kereta api.
  • Menyediakan fitur unggulan “Urutkan” dan “Filter”.
    1. Pemesanan tiket pesawat. Pengguna bisa memilih penerbangan dari harga terendah, waktu berangkat paling awal-akhir, waktu tiba paling awal-akhir, dan durasi singkat di fitur urutkan.
    2. Pemesana hotel. Pengguna bisa memakai fitur “Filter” untuk memilih bintang hotel, fasilitas, dan lainnya. Fitur “Urutkan” untuk memilih popularitas tertinggi, harga terendah, harga tertinggi, dan rating tertinggi. Ada fitur “Peta” untuk melihat lokasi hotel.
    3. Pemesanan tiket kereta api. Fitur “Urutkan” memudahkan pengguna untuk melihat waktu berangkat, harga terendah, durasi, dan waktu tiba. Sementara fitur “Filter” menyediakan informasi waktu keberangkatan (pagi-siang, siang-sore, sore-malam), kelas (ekonomi, eksekutif), dan nama kereta. Ada juga fitur “Tanggal Lain” untuk mengubah tanggal keberangkatan.
  • Aman dan cepat. Pencarian dan transaksi pemesanan hotel atau tiket transportasi relatif singkat. Bukti atau tiket tersimpan dalam bentuk digital di aplikasi Traveloka dan email, sehingga memudahkan pemesan jika tiket tertinggal atau rusak.
  • Metode pembayaran beragam. Traveloka menerima metode pembayaran melalui:
    1. Transfer (ATM/SMS Banking/e-Banking/bank teller)
    2. ATM (semua ATM dengan logo ATM Bersama, Prima, dan Alto)
    3. Internet Banking (BCA KlikPay, Mandiri ClickPay, dan CIMB Clicks)
    4. Kartu Kredit (Visa/Mastercard)
    5. UANGKU Balance
    6. Alfamart
    7. Indomaret
    8. dan Traveloka PayLater
  • Semua ada dalam satu genggaman. Di era digital semua dipermudah dengan aplikasi yang bisa diundah di ponsel. Untuk liburan, pesan hotel dan tiket transportasi cukup pakai satu aplikasi saja.
  • Selain harga bersahabat, ternyata banyak promo juga. Beberapa promo diberikan dari anggota afiliasi Traveloka menggunakan kode unik mereka.
  • Bisa refund. Refund dapat dibayar dengan uang tunai, travel credit, poin Traveloka, atau voucher.

Booking Hotel di Traveloka

Pilihan hotel di Bandung:

Hotel Savoy Homann

Berada di lokasi strategis, di jalan Asia Afrika, dekat Observatorium Bosscha dan Museum Geologi. Berjalak 4,45 km dari Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara (BDO).

The Naripan Hotel by KAGUM Hotels

The Naripan Hotel by KAGUM Hotels berada di Braga. 4,43 km dari Bandar Udara Internasional Husein Sasrtranegara.

Pilihan hotel di Yogyakarta:

Grand Malioboro Yogyakarta Hotel

Beralamat di Jalan Dagen, No. 85, Malioboro. Dekat dengan Stasiun Tugu Yogyakarta.

Prima In Hotel Malioboro

Berjarak sekitar 26,78 km dari Candi Borobudur, hotel ini berada di Jalan Gandekan Lor 47 Malioboro

Semua pilihan hotel harus dekat dengan tujuan lokasi wisata, agar menghemat waktu dan biaya. Ulasan dari tamu hotel memuaskan, jadi tidak ragu untuk segera booking hotel murah di Traveloka.

Pemesan Tiket Pesawat

Jadwal keberangkatan 12 Desember 2022.

Jadwal kepulangan 18 Desember 2022.

Pemesanan Tiket Kereta Api

Tidak seperti hotel dan tiket pesawat, tiket kereta api hanya bisa dipesan beberapa minggu sebelum keberangkatan. Oleh sebab itu, saya hanya mengambil jadwal random yang nanti akan dipesan kembali saat pergi. Jadwal yang saya pilih 31 Oktober 2022 dengan menggunakan kereta api Lodaya Eksekutif, tujuan Bandung-Yogyakarta.

Sebagai tambahan, untuk perjalanan jarak dekat kami akan memakai taksi online.

Semua jelas jika pesan di Traveloka. Berikutnya, saya hanya perlu menyesuaikan jadwal keberangkatan. Jadi, enggak ada alasan untuk enggak pakai aplikasi Traveloka sebagai teman perjalanan kita.

Rencanakan Perjalananmu Bersama Traveloka

Setelah sempat “patah hati” karena pandemi dan Bapak mutasi kerja, akhirnya kini saya bisa menumbuhkan semangat lagi untuk merencanakan perjalanan liburan. Dan, beruntungnya ada aplikasi Traveloka sehingga memudahkan saya dalam membuat itinerary. Kamu juga bisa melakukan hal yang sama. “Yuk ‘#LihatDuniaLagi dan bikin #StaycationJadi’ dengan Traveloka! Langsung meluncur ke Traveloka lewat link ini:  https://trv.lk/kompetisi-lihatdunialagi-bloggerperempuan

Happy Holiday!

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *